Tata cara Mandi Taubat: Niat,Tata Cara Pelaksanannya, dan Doanya

5 min read

Tata cara Mandi Taubat: Niat,Tata Cara Pelaksanannya
Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan Tata cara Mandi Taubat: Niat,Tata Cara Pelaksanannya, dan Doanya. Berikut ini adalah jawaban dari pertanyaan yang kamu cari :

Tata cara Mandi Taubat: Niat,Tata Cara Pelaksanannya, dan Doanya – Sebagai manusia kita pasti memiliki kesalahan dan dosa, baik kesalahan yang kecil maupun kesalahan yang besar, baik dosa kecil maupun dosa yang besar. Namun dari kesalahan tersebut agar ke depannya kita lebih nyaman dan menjadi manusia yang lebih baik lagi perlunya kita mengakui kesalahan dan bertaubat pada-Nya.

Dari perilaku tersebut, dosa menjadi konsekuensi yang tidak terelakkan. Dosa yang didapat pun bermacam-macam kadar atau ukurannya, bisa dosa kecil hingga dosa besar. Meskipun begitu, dosa kecil juga bisa terus menumpuk jika dilakukan secara terus menerus, dan pada akhirnya akan merugikan diri sendiri.

Para ulama menyatakan salah satu cara untuk bertaubat yaitu dengan mandi taubat atau ghaslut taubah. Mandi taubat ini dianjurkan bagi seseorang yang baru masuk Islam atau setelah melakukan dosa besar dan kefasikan.

Dengan begitu, penting bagi setiap umat muslim untuk melakukan taubat kepada Allah. Memohon ampun atas berbagai kesalahan yang telah dilakukan dan meminta perlindungan Allah agar bisa kembali ke jalan-Nya yang baik dan benar. Dalam hal ini, taubat bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan melakukan mandi taubat.

Table of Contents

pengertian taubat

Secara Bahasa, at-Taubah berasal dari kata تَوَبَ yang bermakna kembali. Dia bertaubat,  artinya ia kembali dari dosanya (berpaling dan menarik diri dari dosa). Taubat adalah kembali kepada Allâh dengan melepaskan hati dari belenggu yang membuatnya terus-menerus melakukan dosa lalu melaksanakan semua hak Allâh Azza wa Jalla .

Secara Syar’i, taubat adalah meninggalkan dosa karena takut pada Allâh, menganggapnya buruk, menyesali perbuatan maksiatnya, bertekad kuat untuk tidak mengulanginya, dan memperbaiki apa yang mungkin bisa diperbaiki kembali dari amalnya.

Syarat Taubat

  • Ikhlas

Ikhlas merupakan salah satu akhlakul mahmudah yang harus dimiliki oleh semua orang. Secara sederhana, ikhlas adalah lawan dari riya yaitu kita melakukan segala pekerjaan ataupun ibadah hanya semata-mata karena ingin mendapatkan ridho Allah SWT.

bertaubat harus murni dari lubuk hati yang paling dalam. Dan tidak dikotori oleh motif-motif yang lain seperti untuk mendapatkan belas-kasihan, atau sekedar mendapatkan hati orang lain untuk pencitraan diri menjelang kampanye pilkada atau pemilu.

  • Menyesal

Orang yang bertaubat itu harus menyesali perbuatan berdosa yang di perbuat dalam hati yang paling dalam. Bila rasa sesal itu masih belum ada, maka itu pertanda bahwa sebenarnya taubatnya itu bukan merupakan bentuk taubat yang sebenar-benarnya. Orang yang taubatnya benar memiliki ciri-cirinya diantaranya menyesal sejadi-jadinya, sehingga meskipun memiliki kesempatan untuk melakukannya lagi, dia sama sekali tidak memiliki niatan untuk melakukannya.

  • Tidak Mengulangi lagi

Bertaubat itu hakikatnya tidak mengulangi. Artinya, seseorang yang dikatakan telah bertaubat adalah orang yang jelas-jelas tidak pernah lagi mengulangi perbuatan dosa tersebut. Kalau dahulu tiap hari berzina tapi sekarang tidak setiap hari, hanya kadang-kadang saja kalau ada kesempatan, maka orang itu tidak dikatakan telah bertaubat.

  • Istighfar

stighfar merupakan salah satu tindakan meminta maaf atau memohon ampunan kepada Allah yang dilakukan oleh umat muslim. Tindakan ini dilakukan secara berulang-ulang dalam kalimat astaghfirullah, yang artinya “saya memohon ampunan kepada Allah”. Sehingga arti istighfar sendiri merupakan sebuah kegiatan untuk memohon ampunan pada Allah SWT.

  • Shalat Taubat

Salat taubat adalah salat sunnah yang dilakukan dalam rangka memohon pengampunan dari Allah SWT, atas segala dosa maupun kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat.

Niat dan Tata Cara Mandi Taubat

  • Niat Mandi Taubat :

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِلتَّوْبَةِ عَنْ جَمِيْعِ الذُّنُوْبِ للهِ تَعَالَى

Latin: “Nawaitu ghusla littaubati ‘an jami’idzunuub.”

Artinya: “Aku berniat mandi taubat dari segala dosa dhahir dan batin.”

  • Menuangkan air pada kedua telapak tangan seperti halnya berwudhu kemudian membasuh kedua tangan sebanyak dua atau tiga kali.
  • Mencuci dan membilas daerah kemaluan dengan tangan kiri.
  • Membersihkan seluruh anggota badan dengan sabun atau wewangian layaknya seperti saat mandi pada umumnya dengan menggosok menggunakan tangan kiri.
  • berwudhu seperti urutan saat berwudhu seperti biasanya kemudian mencuci pergelangan tangan sampai dengan kaki.
  • Membasuh dan memcuci sela rambut dengan menyematkan jari dengan air ke setiap sela rambut sampai kulit kepala, tetapi ada beberapa pendapat hal ini tidak sepenuhnya mutlak dilakukan.
  • Menuangkan air sebanyak tiga kali pada kepala mulai dari bagian kepala kanan kemudian ke kiri.
  • Membasuh seluruh tubuh dimulai dari kanan kemudian ke kiri.
  • Membasuh kaki dan sela jari kaki.

Setelah melaksanakan mandi taubat dianjurkan melaksanakan shalat taubat dua rakaat, dilanjutkan berdzikir dengan banyak membaca istighfar, memanjatkan doa taubat dan bersedekah.

Tata Cara Sholat Taubat

  • Niat Salat Tobat

Salat tobat bisa dilakukan sebanyak dua, empat, atau enam rakaat.

Adapun niat salat tobat adalah sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِركعتين مستقبل القبلة لله تعالى

Usholli sunnatat taubati rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahitaala.

Usai mendirikan salat tobat, dianjurkan membaca istigfar disertai penyesalan serta upaya untuk menjauhkan diri dari perilaku dosa.

  • Takbiratul Ikhram

Takbiratul ikhram merupakan rukun salat, yakni membaca atau mengucapkan takbir (Allahu Akbar), bukan mengangkat kedua tangan.

  • Membaca Doa Iftitah

Berikut adalah lafadz bacaan doa iftitah:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا. وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا. وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْى ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allaahu Akbaru kabira wal hamdu lillahi kathira, wa subhanallahi bukratan wa asila. Innii wajjahtu wajhiya lillazi fatharas samaawaati wal ardha haniifa muslimaw wa maa anaa minal mushrikeen. Inna salaati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi Rabbil ‘aalameen. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

  • Membaca Surat Fatihah

Adapun bacaannya adalah sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَاالصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صَرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِالْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّيْنَ

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil alamin. arrahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin, iyyaka nabudu waiyyaaka nastaiin. Ihdinashirratal mustaqim, shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi alaihim waladhaalin. Aamiin

  • Membaca Surat atau Ayat-Ayat dari Al-Qur’an

  • Rukuk disertai Tuma’ninah

     

     

Membaca bacaan ketika rukuk sebanyak tiga kali seperti berikut ini:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhanarobbialadhimiwabihamdi

  • Iktidal

     

Setelah selesai ruku, kemudian iktidal, yaitu bangkit dari rukuk sembari mengangkat kedua tangan sejajar telinga, seraya membaca:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Samiallahulimanhamida

 

Kemudian, kedua tangan diluruskan ke bawah sambil berdiri tegak dan membaca:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

Robbana laka hamdu milussamawati wamilluardi wamilumasyikta miingsaiing bakdu.

  • Sujud

Berikut bacaannya yang dibaca sebanyak tiga kali:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhanna robbial akla wabihamdi

  • Duduk di Antara Dua Sujud dengan Tuma’ninah

baca doa berikut ini:

رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Robbi firli warhamni wajburni warfakni wahdini waafini wafuani.

  • Sujud kedua

  • Duduk Tasyahud (Tahiyyat) Akhir

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatulillaah. Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh. Assalaamu’alaina wa’alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah.

Allaahumma shalli’alaa muhammad, wa’alaa aali muhammad. Kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. Wabaarik’alaa muhammad wa alaa aali muhammad. Kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil’aalamiina innaka hamiidum majiid.”

  • Mengucapkan Salam

Doa taubat Nasuha

Islam mengajarkan cara taubat dengan mengakui dan menyesali kesalahan lalu memohon ampun kepada Allah yang Maha Pengasih. Selain memperbanyak istighfar, umat muslim dapat mengamalkan sholat sunnah taubat. Kemudian memperbanyak doa-doa taubat dan memperbanyak amal saleh untuk menutupi kesalahan masa lalu. Berikut Doa Taubat Terbaik:

  • Doa Taubat yang diajarkan Rasulullah SAW

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaahal ‘azhiim, Alladzii laa ilaaha illaa Huwal hayyul qoyyum, wa atubu ilaih.

Artinya: “Aku minta ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia, Yang Hidup dan terus-menerus mengurus makhlukNya, dan aku bertaubat kepada-Nya.” (HR. Abu Dawud 2/85, At-Tirmidzi 5/569, Al-Hakim)

  • Doa Taubat Pendek

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَتُبْ عَلَىَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Rabbighfir lii wa tub ‘alayya, innaka antat-tawwaabur-rohiim.

Artinya: “Ya Rabbku, ampunilah dosa-dosaku dan terimalah taubat dariku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (HR Ahmad, At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa’i, Al-Bukhari)

  • Doa Taubat yang Diajarkan Rasulullah SAW keada Abu Bakar Ash-Shiddiq

لَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِيْ، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Allaahumma innii zholamtu nafsi zhulman katsiiron, wa laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta, faghfir lii maghfirotan min ‘indika, warhamni, innaka antal ghofuurur-rahim.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR. Al-Bukhari 834 dan Muslim 2705)

 

Syarat-syarat Agar Taubat Diterima

Niat mandi taubat dan sholatnya akan sia-sia jika diikuti syarat-syarat agar taubatnya diterima. Sebab selain bertaubat, Sahabat Dream juga perlu melakukan beberapa syarat agar taubatnya segera diterima oleh Allah Swt. Adapun syarat-syaratnya adalah sebagai berikut:

1. Menyesal Perbuatan Dosa
Bertaubat bukan hanya dilakukan melalui ucapan dan perbuatan, melainkan juga dengan hati dan penuh penyesalan. Bersungguh-sungguh menyesal telah melakukan dosa dan bertekad tidak akan mengulangi dosa yang sama. Dengan begitu, Allah akan menerima taubat yang dilakukan.

2. Perbanyak Berbuat Kebaikan
Taubat akan segera diterima jika seorang hamba memperbanyak kebaikan setelah bertaubat. Selain itu, juga sebaiknya berusaha menghindari berbagai bentuk perbuatan dosa dan keburukan.

3. Tertib Sholat Fardhu
Taubat akan menjadi sia-sia jika kewajiban tidak dilaksanakan, terutama sholat fardhu lima waktu. Agar taubat segera diterima oleh Allah, lakukan sholat lima waktu dan lebih utama dengan berjamaah.

4. Sholat Sunnah Rawatib
Selain itu, agar taubat diterima maka kamu harus rutin melaksanakan sholat sunnah rawatib atau sholat yang menyertai sholat fardhu.

5. Perbanyak Doa dan Dzikir
Dzikir atau mengingat Allah harus ditingkatkan dalam rangka proses bertaubat. Memperbanyak dzikir dan doa setelah sholat sangat dianjurkan, terutama mengucap istighfar memohon ampun kepada Allah.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian taubat,Syarat Taubat ,Niat dan Tata Cara Mandi Taubat,Tata Cara Sholat Taubat, hingga Doa untuk taubat dan Pengakuan Dosa. Semoga informasi ini dapat bermanfaat.

Bagaimana dengan jawaban diatas ? Apakah jawaban diatas sudah cukup membantu untuk menyelesaikan tugasmu ?Jika ada  pertanyaan lain  silahkan kamu tulis pendapatmu di kolom komentar dibawah ini ya !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

© 2022- Brooke Anderson