kaki terasa dingin menurut islam dan medis beserta cara mengatasinya

5 min read

Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan kaki terasa dingin menurut islam dan medis beserta cara mengatasinya. Berikut ini adalah jawaban dari pertanyaan yang kamu cari :

kaki terasa dingin menurut islam dan medis beserta cara mengatasinya – Penyebab kaki terasa dingin bisa diakibatkan oleh musim hujan atau cuaca yang sedang dingin, dan itu merupakan hal wajar. Namun sebaliknya, jika kaki terasa dingin saat kondisi cuaca normal atau panas, ini bisa menjadi faktor adanya gangguan kesehatan yang harus kita waspadai.

Cuaca dingin bukan satu-satunya alasan yang dapat membuat kondisi kaki kita terasa dingin atau bahkan mati rasa. Ada banyak faktor kesehatan yang dapat menjadi penyebab kaki menjadi dingin.

Kaki yang menjadi dingin adalah masalah umum dan wajar, tetapi kalian juga perlu waspada jika itu bisa juga terkait dengan adanya masalah yang berkaitan degan medis.

ada beberapa penyebab kaki terasa dingin yang perlu Anda ketahui:

1. Udara dingin

Udara dingin adalah salah satu penyebab yang membuat kaki kita terasa dingin pula. Ini sangat wajar terjadi karena kondisi tubuh mengikuti suhu di sekitar. Oleh karena itu, hal tersebut bukan menjadi tanda ada sesuatu masalah medis yang serius.

2. Sirkulasi darah pada tubuh yang buruk

Setiap orang memiliki sistem peredaran darah yang bertanggung jawab untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Tetapi, sistem peredaran darah beberapa orang kurang efisien. Jika Anda memiliki sirkulasi darah yang buruk, darah Anda mungkin tidak mengalir dengan bebas atau secepat yang seharusnya. Dan karena sirkulasi yang lambat ini bisa mempengaruhi suhu tubuh, penurunan aliran darah ini dapat menyebabkan kaki Anda merasa kedinginan. Pembuluh darah yang ada di kaki dan tangan Anda adalah yang terkecil dan paling sensitif. Jadi, sirkulasi yang buruk dapat menyebabkan kaki dan tangan Anda menjadi dingin.

3. Hipotiroidisme

Penyakit hipotirodisme adalah kelainan akibat kekurangan hormon tiroid. Kelainan ini dapat menyebabkan penderitanya mudah lelah dan sulit untuk berkonsentrasi. Hipotirodisme atau hipotiroid lebih sering ditemui pada wanita lanjut usia. Umumnya, penyakit ini menimbulkan gejala yang tidak spesifik di tahap awal, seperti kenaikan berat badan atau mudah lelah yang dianggap biasa terjadi seiring pertambahan usia.

Hipotiroidisme berarti seseorang memiliki tiroid yang kurang aktif dan tidak menghasilkan cukup hormon. Hormon-hormon ini memengaruhi banyak organ dan membantu mengubah makanan menjadi energi. Jika merasa kedinginan di banyak bagian tubuh, termasuk kaki, mungkin saja penyebabnya hipotiroidisme. Anda harus segera menemui dokter atas dugaan ini.

4. Tiroid yang kurang aktif

Kelenjar tiroid yang kurang aktif bisa menjadi penyebab kaki terasa dingin. Kelenjar tiroid sendiri adalah kelenjar kecil di bagian depan leher Anda, dan tugasnya adalah memproduksi hormon yang mempengaruhi cara tubuh menggunakan energi.

5. Anemia

Kurang darah atau anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, organ tubuh tidak mendapat cukup oksigen sehingga membuat penderita anemia pucat dan mudah lelah.

Anemia bisa terjadi sementara atau dalam jangka panjang dengan tingkat keparahan ringan sampai berat. Anemia merupakan gangguan darah atau kelainan hematologi yang terjadi ketika kadar hemoglobin (bagian utama dari sel darah merah yang mengikat oksigen) berada di bawah normal.

Hal tersebut menjadi salah satu penyebab kaki terasa dingin loh. Bahkan, tidak hanya kaki tubuh secara keseluruhan biasa juga terasa dingin. Selain kekurangan darah, penyempitan pembengkakan pembuluh darah juga bisa menyebabkan kaki terasa dingin. Perlu Anda ketahui, jika Anda mengalami kaki dingin berulangkali dengan intensitas tinggi dan jangka waktu yang lama segeralah untuk periksa ke dokter agar bisa segera diobati.

6. Raynaud

Penyakit Raynaud adalah kondisi ketika aliran darah ke bagian tubuh tertentu berkurang akibat penyempitan pembuluh darah arteri. Kondisi ini umum terjadi dan biasanya bukan merupakan kondisi yang serius.Pada sindrom Raynaud, suhu dingin, rasa cemas, atau stres dapat memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah. Kondisi tersebut membuat kulit berubah warna menjadi pucat dan biru. Meski umumnya menyerang jari tangan atau kaki, sindrom Raynaud kadang juga terjadi di telinga, hidung, bibir, dan puting.Sindrom Raynaud umumnya tidak menyebabkan komplikasi serius, tetapi dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Sebagai contoh, penderita akan sulit melakukan hal-hal sederhana, seperti mengancingkan baju.

Penyakit Raynaud berarti tubuh bereaksi berlebihan terhadap dingin. Saat suhu turun, Anda mungkin mendapati tangan dan kaki Anda mati rasa atau sedingin es. Ekstremitas juga bisa berubah warna. Jika tangan dan kaki menjadi pucat atau biru dan kemudian menjadi merah dan mulai terasa perih saat memanas, Anda mungkin terkena penyakit Raynaud.
Raynaud dapat disebabkan oleh dingin, yakni ketika arteri Anda menyempit karena dingin. Stres juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Buat janji dengan dokter jika khawatir akan kondisi ini untuk mendapat perawatan tepat.

7. Diabetes

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

Kadar gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung. Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Kaki dingin juga bisa menjadi komplikasi diabetes. Itu seperti neuropati perifer akibat autoimun, kekurangan vitamin, beberapa obat, alkoholisme, dan diabetes. Obat untuk ini dapat mencakup amitriptyline, duloxetine atau pregabalin.
Namun perlu diingat, orang dengan diabetes perlu didampingi untuk mempraktikkan cara ini. Jika saraf di kakinya sudah rusak, kemungkinan ia tidak dapat merasakan suhu air apakah terlalu panas atau terlalu dingin. Jika dilakukan sendiri dan ternyata air yang digunakan terlalu panas kondisi ini justru bisa mengakibatkan luka bakar pada kaki.

8. komplikasi arteri perifer

Penyakit arteri perifer adalah tersumbatnya aliran darah ke tungkai atau tangan akibat penyempitan pembuluh darah yang berasal dari jantung (arteri). Akibatnya, tungkai yang kekurangan pasokan darah akan terasa sakit, terutama saat berjalan.

Penyakit arteri perifer atau peripheral arterial disease terkadang tidak menimbulkan gejala dan berkembang secara perlahan. Jika dibiarkan tidak tertangani, penyakit ini bisa memburuk dan menyebabkan kematian jaringan (gangrene) sehingga berisiko untuk diamputasi.

Pengobatan penyakit arteri perifer adalah dengan mengonsumsi obat-obatan sambil menjalani gaya hidup sehat. Selain sebagai pengobatan, menjalani pola hidup sehat juga dapat mencegah terjadinya penyakit ini. komplikasi arteri perifer atau masalah dengan aliran darah juga bisa membuat kaki dingin. Sirkulasi yang buruk dapat membuat kaki terasa dingin.
Penyakit arteri perifer sering terjadi pada perokok, orang obesitas, dan mereka yang memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi. Gaya hidup yang seimbang dan sehat dapat membantu mencegah penyakit arteri perifer. Lebih banyak olahraga dan mengelola kadar gula darah dapat mengurangi gejala yang dialami.

9. Stres

Stres adalah perubahan reaksi tubuh ketika menghadapi ancaman, tekanan, atau situasi yang baru. Ketika menghadapi stres, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin dan kortisol. Kondisi ini membuat detak jantung dan tekanan darah akan meningkat, pernapasan menjadi lebih cepat, serta otot menjadi tegang.

Stres umum dirasakan setiap orang, baik dewasa maupun anak-anak. Saat mengalami stres, tubuh akan menjadi waspada terhadap tantangan atau bahaya yang mengancam. Tubuh bisa memberikan reaksi positif atau negatif dalam merespon stres. Reaksi positif bisa berupa kemampuan beradaptasi, kewaspadaan yang meningkat, atau motivasi dalam menghadapi tantangan. Sementara reaksi negatif ditandai dengan rasa cemas dan takut, yang dapat disertai dengan berbagai keluhan fisik.

Stres dapat menyebabkan darah menjauh dari ekstremitas. Ini bisa membuat jari tangan dan kaki terasa dingin. Jika Anda tengah berjuang melawan stres dan merasa sulit untuk mengelolanya, segera minta saran dokter.

10. Kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi adalah kondisi ketika kadar kolesterol di dalam darah melebihi batas normal. Jika dibiarkan, kolesterol yang berlebihan bisa menumpuk di pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke.

Kolesterol adalah lemak seperti lilin yang diproduksi oleh hati. Tubuh membutuhkan kolesterol untuk memproduksi sel-sel sehat dan sejumlah hormon. Selain diproduksi oleh hati, kolesterol juga dapat diperoleh dari makanan.

Kolesterol di dalam darah diikat oleh protein dan membentuk lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein, yaitu high-density lipoprotein (HDL) yang biasa disebut dengan kolesterol baik, dan low-density lipoprotein (LDL) yang dikenal sebagai kolesterol jahat. Masing-masing jenis lipoprotein memiliki fungsi yang berbeda bagi tubuh. HDL berfungsi membawa kolesterol yang berlebihan ke hati, sedangkan LDL bertugas membawa kolesterol ke sel-sel tubuh.

Kolesterol tinggi dapat menyebabkan masalah sirkulasi sehingga kaki terasa dingin. Ini akibat kolesterol yang menumpuk di pembuluh darah atau karena peradangan. Kolesterol tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti strok dan serangan jantung.

solusi efektif yang bisa membantumu menghangatkan kaki yang terasa dingin:

1. Rendam kakimu dengan air hangat

Salah satu cara tercepat menghilangkan rasa dingin di kaki ialah dengan merendamnya di baskom berisi air hangat. Anda bisa merendam kaki selama 10 sampai 15 menit untuk menjaga kelancaran aliran darah ke kaki. Jika Anda melakukannya sebelum tidur maka Anda akan merasakan manfaat lainnya yakni melemasnya otot kaki. Anda akan merasa jauh lebih rileks dan bahkan bisa membuat Anda tidur lebih nyenyak.

2. Minum teh jahe

Jahe termasuk salah satu rempah-rempah yang paling sehat di dunia sehingga banyak orang yang menginginkannya dalam bentuk utuh ataupun bubuk. Ini karena jahe memiliki manfaat pada tubuh bila dikonsumi secara rutin, di antaranya mengatasi masalah pencernaan, gangguan kardiovaskuler, muntah, dan diabetes melitus.Jahe umumnya dikenal untuk melancarkan sirkulasi darah dan menghangatkan tubuh, termasuk kakimu. Jadi inilah saatnya membuat teh jahe untuk menghangatkan kakimu yang dingin. Pertama-tama yang perlu Anda lakukan yakni potong-potong 2-3 potong jahe. Lalu masukkan ke dalam air mendidih. Setelah itu saring rebusan jahe dan minum.

3. Perbanyak makan makanan yang mengandung zat besi dan vitamin B

Salah satu alasan kakimu kedinginan karena Anda kekurangan vitamin B, yang sangat penting untuk meningkatkan aliran darahmu. Zat besi juga berguna untuk transportasi oksigen ke tubuhmu. Yang perlu Anda lakukan, untuk zat besi, coba makan lebih banyak daging merah, kacang-kacangan, tahu, oat, bayam, kacang panggang, dan lain-lain.

4. Pakai kaus kaki dan sandal

Menggunakan kaus kaki yang cukup tebal dan berbahan hangat bisa membantu menghangatkan kaki. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan sandal di dalam ruangan jika lantai membuat kaki Anda semakin dingin.

5. Olahraga rutin

Anda bisa menghangatkan kakimu dengan melakukan latihan, lebih khusus, latihan langkah, yang membantu meningkatkan suhu kakimu.Berjalan dan melalukan jumping jacks juga bisa membantu menyembuhkan kakimu yang dingin.

Bagaimana dengan jawaban diatas ? Apakah jawaban diatas sudah cukup membantu untuk menyelesaikan tugasmu ?Jika ada  pertanyaan lain  silahkan kamu tulis pendapatmu di kolom komentar dibawah ini ya !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

© 2022- Brooke Anderson