Bacaan Doa Kafaratul Majelis Arab Latin serta Penjelasannya

3 min read

Bacaan Doa Kafaratul Majelis Arab Latin serta Penjelasannya
Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan Bacaan Doa Kafaratul Majelis Arab Latin serta Penjelasannya. Berikut ini adalah jawaban dari pertanyaan yang kamu cari :

Bacaan Doa Kafaratul Majelis Arab Latin serta Penjelasannya – Di setiap acara  majelis, kita disarankan untuk membuka acara tersebut dengan doa. Begitu pula dengan membaca doa saat penutupan acara. Doa yang sering dibaca pada saat pembukaan dan penutupan acara majelis disebut dengan doa kafaratul majelis.

Pengertian majelis secara istilah dan bahasa adalah suatu kegiatan atau acara yang dihadiri oleh sekelompok orang, untuk menelaah atau membahas sesuatu. terdapat beberapa  kelompok Majelis, bisa berupa majelis muamalah, majelis musyawarah, majelis ta’lim atau pun pengajian. Namun dalam artian luas majelis bisa juga bisa berbentuk dalam acara tertentu.

Dalam Islam, majelis tentunya akan menelaah atau membahas sesuatu yang memiliki manfaat dan faedah seperti berbagi ilmu yang berkaitan dengan agama islam. Jika majelis tersebut dalam hal kebaikan seperti berzikir, kultum, pidato, pengajian, maka Allah SWT akan mengatakan mereka di depan para malaikat. Majelis seperti ini akan mendapatkan rahmat dan lindungan dari Allah SWT.

Doa Penutup Majelis dianjurkan dibaca setiap selesai melakukan pengajian atau kegiatan lain yang bernilai ibadah. Dengan menyebut doa penutup majelis itu diharapkan pertemuan yang dilakukan akan mendapatkan ridho Allah dan dihapuskan dosanya dari ucapan yang kurang baik saat berada di majelis.

Kapan Doa Kafaratul Majelis Dibacakan?

doa kafaratul majelis dibacakan sesudah acara dilaksanakan. Doa kafaratul majelis merupakan doa untuk mengakhiri sebuah acara pertemuan majelis.

Sesudah acara  majelis dilaksanakan, biasanya akan ada penutupan untuk mengakhiri acara tersebut. Sebelum mengucapkan salam penutup, dianjurkan untuk membaca doa kafaratul majelis (penutup majelis) terlebih dahulu.

 

Bacaan Doa Kafaratul Majelis

Berikut adalah bacaan doa kafaratul majelis atau doa penutup acara:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhaanakallaahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.

Artinya:

“Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Ashhaabus Sunan dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/153.)

 

Keistimewaan Membaca Doa Kafaratul Majelis

  • Menghapus dosa apabila terucap kata-kata kurang baik

salah satu keutamaan doa kafaratul majelis yaitu sebagai penutup kesalahan kata-kata yang terdapat pada acara atau majelis. Maksud kesalahan kata-kata ini adalah adanya kata-kata yang sia-sia diucapkan selama acara atau majelis berlangsung. Oleh karena itu dengan membaca doa kafaratul majelis diharapkan kata-kata kurang berguna selama acara bisa dimaafkan.

  • Ilmu yang Diperoleh akan Bermanfaat

Doa kafaratul majelis dibacakan ketika sebuah acara atau majelis hendak selesai dilaksanakan. Khususnya majelis tersebut merupakan majelis ilmu agar ilmu-lmu yang disampaikan baik dan  dapat bermanfaat bagi para jamaah yang mendengarkan.

Maka dari itu, agar pada pertemuan yang baik tersebut mendapatkan barokah dan keridhaan dari Allah SWT serta ilmu yang didapatkan dari acara majelis tersebut dapat bermanfaat, doa kafaratul majelis ini sangat dianjurkan untuk dibacakan setelah acara atau majelis tersebut selesai.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAY dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Setiap kaum yang bangkit dari majelis yang tidak ada dzikir pada Allah, maka selesainya majelis itu seperti bangkai keledai dan hanya menjadi penyesalan pada hari kiamat.” (HR Abu Daud, no. 4855; Ahmad, 2: 389. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

  • Memudahkan Jalan menuju Surga

Doa kafaratul majelis juga dapat memudahkan jalan pembacanya menuju ke surga Allah. majelis yang bertujuan untuk menambah ilmu sangat dicintai oleh Allah SWT, diantara kegiatan mulia yang hendaknya menjadi kesibukan kita adalah menuntut ilmu.

Orang yang memiliki ilmu akan dapat membedakan antara kebaikan dan kesesatan, kebenaran dan kebatilan, sunnah dan bid’ah. Maka mencari ilmu adalah kegiatan mulia yang hendaknya menjadi perhatian setiap muslim, Karena ilmu itu lebih didahulukan dari perkataan dan perbuatan.

Berdasarkan hadis riwayat Muslim, Allah SWT akan memudahkan jalan menuju ke surga bagi mereka yang  mencari ilmu. Untuk keutamaan ini Rasulullah SAW pernah bersabda,

“Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim).

  • Pelengkap Amal Kebaikan

Ketika berkumpul dalam sebuah majelis hendaknya kita menjaga omongan yang tidak baik dan akhiri dengan doa Kafaratul Majelis, hal ini dikarenakan apabila keluar kalimat kurang bermanfaat yang tidak di sengaja dari mulut kita, dan salah satu bukti ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Dari sebuah hadis An-Nasa’i, Aisyah pernah menanyakan kepada Nabi Muhammad SAW mengenai doa kafaratul majelis.

Dari Aisyah RA, ia berkata, “Tidaklah Nabi duduk di majelis, tidak pula membaca Alquran dan tidak pula sholat kecuali menutupnya dengan kalimat-kalimat tersebut. Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku melihatmu tidaklah duduk di suatu majelis, tidak juga membaca Alquran dan juga tidak sholat kecuali engkau tutup dengan kalimat tersebut?‘’

Kemudian, Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘’Iya, siapa yang berkata baik akan ditutup dengan stempel kebaikan, dan siapa yang berkata buruk, akan menjadi penghapus dosanya. Yaitu subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.” (HR An Nasa’i).

  • Berserah diri kepada Allah SWT

Doa yang dibaca dalam majelis menyimpan makna sebuah pengakuan atas segala kelemahan, kezaliman, kebodohan dan kelupaan kita. Selain itu pula ada bacaan tahmid di dalam doa yang bertujuan untuk memuji Allah. Ada pula bacaan istighfar yang tujuannya untuk meminta kepada Allah agar terhindar dari dosa yang lalu.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR. Tirmidzi no. 3373).

  • Bentuk dzikir kepada Allah

Manfaat doa kafaratul majelis yang terakhir adalah sebagai bentuk dzikir atau mengingat Allah dalam kegiatan yang dilaksanakan pada majelis. hal ini sesuai dengan ucapan Rasul dari Abu Hurairah yang artinya:

“Setiap kaum yang bangkit dari majelis yang tidak ada dzikir pada Allah, maka selesainya majelis itu seperti bangkai keledai dan hanya menjadi penyesalan pada hari kiamat.” (HR Abu Daud, no. 4855; Ahmad, 2: 389).

Bagaimana dengan jawaban diatas ? Apakah jawaban diatas sudah cukup membantu untuk menyelesaikan tugasmu ?Jika ada  pertanyaan lain  silahkan kamu tulis pendapatmu di kolom komentar dibawah ini ya !

Cara mengetahui panjang sisi suatu segitiga jika diberikan besar…

Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan Cara mengetahui panjang sisi suatu segitiga jika diberikan besar…. Berikut ini adalah jawaban dari pertanyaan yang kamu cari...
bakoelcode
8 sec read

Ubahlah menjadi bentuk desimal ke bentuk pecahan, 1.18,025=, 2.20,04=,…

Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan Ubahlah menjadi bentuk desimal ke bentuk pecahan, 1.18,025=, 2.20,04=,…. Berikut ini adalah jawaban dari pertanyaan yang kamu cari...
bakoelcode
3 sec read

Tentukan beda pada setiap barisan aritmatika berikut ini, -9,-6,-3,…

Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan Tentukan beda pada setiap barisan aritmatika berikut ini, -9,-6,-3,…. Berikut ini adalah jawaban dari pertanyaan yang kamu cari...
bakoelcode
3 sec read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

© 2022- Brooke Anderson